Saatnya Jual Diri

by Gilang Chandrasa

Sengaja saya membuat judul yang menarik perhatian, tetapi maaf mengecewakan untuk yang berminat karena disini saya membicarakan soal personal branding.

Menurut saya pribadi, tujuan dari personal branding adalah mengasosiasikan sesuatu terhadap nama kita. Jadi hal apa yang akan diingat oleh sebagian besar orang ketika mendenger nama kita, disanalah letak manfaat dari personal branding.

Sebagai programmer/developer/designer/writer/isi-sendiri perlukah kita melakukan personal branding? PERLU. Tetapi itu pendapat saya, lalu mengapa saya mengatakan perlu? Berikut beberapa alasan saya:

  1. Gaining network, most people in your industry will know you. Ketika anda melakukan pekerjaan yang excellent, maka orang-orang di industri anda akan menaruh rasa hormat, dan secara natural anda akan lebih mudah untuk melakukan networking.
  2. Love your work but don’t love your company. Don’t take this the wrong way, tetapi kita perlu mengantisipasi ketika perusahaan dalam masa kritis atau bahkan bangkrut, siapa yang menjamin bahwa anda adalah orang yang terakhir untuk dirumahkan? Ketika orang-orang hanya tahu hasil kerja anda melalui perusahaan anda, maka anda sangat tergantung pada perusahaan. Dan ketika perusahaan lenyap, orang-orang tidak akan mencari anda.
  3. Trust. Jika anda harus memilih antara orang yang anda tahu kemampuannya, dan orang yang kemampuannya hitam di atas putih (contoh:GPA atau sederet panjang pengalaman yang ditulis di surat lamaran). Mana yang anda pilih? Umumnya jika anda mempunyai personal branding yang baik, anda lebih mudah mendapatkan pekerjaan atau mendapatkan klien baru. Just remember, just because it’s easier doesn’t mean it’s easy.

Personal branding bisa anda mulai dengan membuat blog sederhana, atau menampilkan hasil design-design anda di flickr. Jauh lebih efektif jika anda menunjukkan hasil kerja anda, daripada anda hanya sekedar bilang anda bisa. Ketika saya bilang saya bisa pemrograman PHP, tidak lantas semua orang akan percaya. Beda halnya ketika mereka mengetahui branding saya. Lalu apalagi yang anda tunggu. Jual diri anda!

Tulisan berikut menginspirasi saya untuk mulai ikut-ikutan menjual diri atau paling tidak membicarakan soal personal branding.

So, how much is my price?

Related Posts

No related posts.